Wanita Hamil Yang Menderita Asam Urat

27 Feb

Asam urat bukan suatu penyakit yang asing didengar bukan? Biasanya penderita asam urat ini hanya terjadi pada orang-orang di usia 30 tahun keatas. Namun, anggapan seperti itu untuk saat ini tidak dapat diterima lagi. Karena, asam urat dapat terjadi pada siapapun, kapanpun serta dalam kondisi apapun termasuk juga pada wanita hamil.

Wanita Hamil Yang Menderita Asam Urat

Asam urat sendiri terjadi di dalam tubuh secara alami, dan tidak berbahaya. Karena, asam urat meurpakan sebuah proses dari kelebihan zat purin di dalam tubuh. Apa itu purin? Purin merupakan zat alami yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Purin berasal dari tubuh makhluk hidup, sehingga dapat diakatakan bahwa saat kita mengkonsumsi makanan yang berasal dari makhluk hidup seperti hewan dan tanaman yang telah memiliki purin, secara otomatis purin berpindah kedalam tubuh kita. Nah, saat ini terjadi dan zat purin di dalam tubuh tidak terkendali maka dapat menyebabkan kemunculan asam urat.

Tidak hanya itu, pemicu asam urat tinggi pada tubuh juga dipicu oleh ketikmampuan ginjal untuk membuang asam urat berlebih tersebut. Akibatnya, asam urat mengalami kristalisasi dan menumpuk di persendian. Karena itulah mengapa pada penderita asam urat selalu ditemukan seperti kumpulan batu diantara sendi-sendi dan batu kristalisasi dari asam urat ini juga membuat penderitanya kesakitan dan tidak nyaman.

Wanita Hamil Yang Menderita Asam Urat harus mewaspadai jika asam urat ini cukup sulit untuk terdiagnosis. Sehingga, asam urat pada ibu hamil sulit diketahui jika hanya dengan menerka-nerka saja. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Karena ternyata faktor dari peningkatan kadar asam urat terhadap kehamilan sangatlah kuat. Jika tidak segera mendapat penanganan bisa berpengaruh pada psikologis ibu hamil. Langkah terbaik untuk mengantisipasi hal demikian tidak lain adalah dengan melakukan tindakan pencegahan.

Tindakan pencegahan asam urat pada wanita hamil bisa dilakukan dengan menghindari asupan makanan atau setidaknya mengurangi porsi makanan untuk jenis makanan laut seperti kerang, cumi, kepiting dan udang, makanan kalengan seperti sarden dan kornet, jeroan, daging, telur, kuah daging kentah, kacang-kacangan, dan beberapa jenis sayuran seperti daun bayam, daun singkong, buncis, kembang kol, asparagus dan kangkung. Untuk buah silahkan batasi asupan buah-buahan seperti alpukat, nanas, durian, dan air kelapa. Jenis minuman yang sudah sepatutnya tidak dikonsumsi adalah tuak, anggur, bir, dll yang termasuk minuman beralkohol.

Jika asam urat memang sudah diderita pada awalnya oleh wanita hamil, tindakan dalam mengatasinya yang tepat tidak lain adalah dengan :

  1. Memenuhi kebutuhan asupan cairan tubuh (air minum), yang tidak hanya baik untuk mencegah dehidrasi namun jjuga melarutkan asam urat berlebih di dalam darah.
  2. Sebaiknya tetap konsultasikan dengan dokter kandungan agar mendapat arahan yang tepat dari dokter untuk mengelola asam urat supaya tetap dalam kadar normal dan mencegah terjadinya dampak pada kehamilan.
  3. Pertimbangkan kembali pengobatan asam urat dengan menggunakan obat-obatan tertentu. Pilihlah dengan bijak jika ingin mengobati asam urat dengan obat herbal pilihan / pengobatan dari bahan alam.

Salam, semoga bunda sehat selalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *