Berhenti Mempercayai Mitos Tentang Asam Urat

6 May

Percayakah anda terhadap mitos tentang penyakit asam urat? Mungkin ini adalah pertanyaan yang akan saya ajukan untuk Anda. Sebaiknya mulai sekarang Anda berhenti mempercayai mitos tentang asam urat yang terlanjur berkembang di masyarakat. Penyakit asam urat, sama halnya dengan penyakit lainnya yang banyak diselingi dengan mitos yang terkadang berlebihan memang banyak berkembang di masyarakat. Padahal sebenarnya gangguan kesehatan yang muncul itu pasti diakibatkan beberapa hal yang cukup sepele sebenarnya, biasanya karena kebiasaan seseorang yang tidak menjaga pola makan dan jarang melakukan olahraga.

Berhenti Mempercayai Mitos Tentang Asam Urat!

Oleh karena itu, agar tidak timbul kesalahpahaman lagi, serta membangun kepahaman dalam masyarakat tentang asam urat, beberapa mitos dan fakta sebenarnya yang harus Anda ketahui, diantaranya:

1. Cuma orang kaya yang obesitas yang punya asam urat
Fakta: Setiap orang tak luput dari risiko terkena asam urat, berapapun berat badannya tapi berat badan ekstra akan meningkatkan risikonya, kata John Reveille, MD, direktur rheumatologi di University of Texas Health Science Center, Houston.

Asam urat juga sering didapati pada orang-orang yang punya masalah kesehatan yang ada kaitannya dengan berat badan seperti diabetes dan tekanan darah tinggi atau kolesterol. Meski pendapatan tak ada kaitannya dengan asam urat, tapi gen yang dimiliki seseorang ternyata dapat mempengaruhi peluang seseorang untuk menderita asam urat. Jika orangtua Anda punya asam urat, Anda akan cenderung memilikinya juga.

2. Wanita tak kena asam urat
Fakta sebenarnya adalah baik pria maupun wanita sama-sama berpeluang untuk menderita penyakit ini meski pria lebih rentan mengalaminya.

Bahkan menurut Herbert Baraf, MD, profesor ilmu kedokteran dari George Washington University Medical Center, Washington, D.C beliau berpendapat bahwa asam urat itu 10 kali lebih umum terjadi pada pria daripada wanita. Angka kejadian kasus baru asam urat pada pria dan wanita juga cenderung sama yaitu setelah berusia 60 tahun ke atas.

3. Nyeri asam urat selalu menyerang jempol kaki
Fakta: Kondisi ini terjadi akibat asam urat yang menumpuk di dalam darah dan membentuk kristal yang membakar sendi. Asam urat memang seringkali menyerang jempol kaki terlebih dulu tapi serangan ini juga bisa terjadi di lutut, pergelangan kaki dan tangan.

Pada wanita penderita osteoarthritis (OA) nyeri asam urat biasanya dimulai di salah satu sendi pada tangan. Meskipun serangan perdananya hanya berlangsung di satu-dua sendi tapi dari waktu ke waktu tak tertutup kemungkinan banyak sendi yang akan terkena serangan itu. Apalagi jika asam uratnya tak kunjung diobati maka dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sendi-sendi tersebut.

4. Jauh-jauh dari jeroan dan alkohol bisa cegah asam urat
Fakta sebenarnya adalah jauhi minuman beralkohol, terutama bir dan jeroan seperti hati serta beberapa jenis ikan teri dan sarden mengandung senyawa alami bernama purine yang sangat tinggi.

Masalahnya ketika tubuh memecah senyawa ini maka akan tercipta asam urat sehingga makanan yang kaya purine dapat meningkatkan risiko serangan asam urat. Tapi manfaatnya hanya akan terasa jika Anda menghindari makanan ini, kalau sebaliknya, risiko terkena asam urat Anda masih tetap ada, kata Reveille.

5. Asam urat itu memang menyakitkan tapi tidak mematikan
Jangan salah, asam urat memang takkan membunuh Anda secara langsung tapi kondisi ini dapat mengakibatkan masalah kesehatan serius yang akhirnya bisa membunuh Anda, seperti pendapat Robert Keenan, MD, asisten profesor ilmu kedokteran dari Duke University.

Yang perlu diingat dan sangat penting adalah asam urat mampu meningkatkan risiko serangan jantung, stroke hingga menimbulkan resistensi insulin atau hilangnya kemampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin dalam rangka menurunkan gula darah. Jika tak kunjung diobati, asam urat itu tumbuh menjadi gumpalan kristal yang disebut tophi. Tophi ini bisa terinfeksi dan mengancam nyawa penderitanya.

6. Tak ada obat yang efektif untuk asam urat
Fakta: Padahal banyak obat yang mampu menghentikan perkembangan asam urat. Bahkan ada beberapa jenis obat pengendali nyeri dan peradangan yang bisa mengurangi penumpukan kristal asam urat dengan cepat.

7. Sekali kena asam urat, perubahan gaya hidup tak kan banyak membantu
Salah besar, perubahan gaya hidup dapat mengurangi tingkat keparahan dan frekuensi serangan asam urat. Bagi penderita pemula yang berupaya menurunkan berat badan maka kemungkinan serangannya akan makin sedikit, tandas Reveille.

Salah satunya dengan mengubah asupan seperti menghindari protein hewani yang mengandung banyak purin. Sebagai gantinya, penderita diminta untuk makan sayuran berprotein seperti buncis dan kacang polong.

Nah bagaimana? Apakah Anda akan masih mempercayai beberapa mitos yang sudah terlanjur banyak dipercaya oleh beberapa kalangan masyarakat? Ubah pola pikir Anda sekarang, berhenti mempercayai mitos tentang asam urat. Ingat, segala sesuatu terjadi karena ada sebab penyebabnya. Jadi, sebelum semuanya terjadi, pahami benar apa yang terjadi dan ambil hikmahnya. Seperti penyakit asam urat ini, pahami apa penyebab dan faktor yang dapat mempengaruhi / mendatangkan penyakit asma urat tersebut agar nantinya dapat melakukan pengobatan ataupun pencegahan sebelum keadaan semakin memburuk.

Semoga artikel diatas dapat bermanfaat untuk Anda, sampai jumpa pada artikel kami selanjutnya!.

– Berhenti Mempercayai Mitos Tentang Asam Urat –

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *